Rabu, 22 Juli 2020

Yang Ada Badaknya - Puisi Pendek Dari Dian








YANG ADA BADAKNYA
-Puisi Pendek Dari Dian-

A short poetry by: Putri Andini
Kamu sendiri…
Tak tersentuh dan tak terlihat…
Dinginmu dapat dirasakan diri…
Aku mau tahu berapa banyak penat…
Penat yang kau emban dan dengan rapinya kau lipat…

Aku hanya bisa melihat dari jauh kesendirianmu…
Begitu ingin aku bertingkah konyol dan tertawa di sana…
Tapi kau begitu jauh, sangat jauh dan semu…
Dan aku hanya bisa terpana akan pesonamu…

Teruntuk sayngku yang belum jadi sayang…
Kau indah, menakjubkan, sampai aku harus menengadah untuk melihat…
Sayangnya kau tersembunyi, tapi itu bagus bagiku…
Karena aku egois jika dirimu hanya untukku…
Dan tak boleh banyak mata yang mendambamu…

(Dian Sandi Sandoro, April 2020) for special someone, Fernandine.
           
            Fey Namanya, gadis itu masih kulihat diam-diam. Aku rela tidak ikut main sepak bola dengan teman-temanku hanya untuk menemani gadis itu di kelas sendirian. Aku tak tahu dia merasakan kehadiranku apa tidak, jika aku bisa memandangnya seperti ini aku rela dia tak pernah tahu. Sad boy kan aku? Mueheheh…
            Ingin sekali aku menyapanya dan mengajaknya mengobrol atau berbasa-basi. Tapi lidahku begitu kelu hanya menatap matanya saja. Aku dibuat mati kutu olehnya. Fey, dia gadis yang sanggup membuat jantung ini hampir lepas dengan mudahnya. Mungkin terdengar hiperbola bagi kalian tapi tidak bagiku. Dia luar biasa.

Kamis, 02 Juli 2020

Yang Ada Badaknya

YANG ADA BADAKNYA

PART 1

karya : Putri Andini

 

            Hai, namaku Dian Sandi Sandoro. Akrab disapa ganteng, eh. Terserah kalian ingin menyebutku dengan nama panggilan apa saja, yang penting jangan dog, pig, dan lainnya soalnya aku manusia bukan binatang. Oke, di sini aku mau berbagi cerita keuwuanku dengan Fernandine Rinjani. Sosok cewek yang akrab disapa Fey. Dia cantik pakai banget, pintar? Jangan ditanya! Senyum? Beh, melebihi gula! Sampai diabetes Akang Dian! Tapi … dia jarang senyum. Ibaratnya nih ya, lihat dia senyum tuh seperti fatamorgana air di padang pasir, membuat kita ingin memiliki tapi tak bisa dimilki. Senyumnya sanggup membuat aku tertular senyam-senyum, tapi di hati. Yah, kan malu cowok salting depan gebetan. Cowok tuh harus tetap stay cool, contohnya ya Akang Dian ini. Malu-malu tapi mau!

            Permasalahannya di cerita ini bukan cuma dia yang jarang senyum, tapi permasalahan aku yang nggak bisa pdkt walau sekelas tiga tahun! Wadaw gile kan! Jangan ketawain aku yang cuma bisa mandang dia dari jauh dan cuma bisa jadi pengagum rahasia doang. Sebut aku kurang gentle, banci, atau kurang nyali karena nggak bisa dapetin cewek seperti Fey.

            Aku nggak percaya diri guys! Banyak temen-temen aku yang cuma senyumin dia tapi dilirik aja nggak. Dia itu dinginnya persis kulkas tiga puluh lima pintu. Dinginnya serasa di Antartika! Itulah alasannya kenapa aku nggak bisa jadi pacar bahkan dekat dengan Fey. Akang Dian ini selalu bego dadakan kalau sudah ditatap sama Fey. Bahkan kami hanya bicara dengan durasi terpanjang sepuluh detik, mungkin sih, orang cuma tegur sapa doang. Duh, Feyyy!!! Saking misteriusnya kamu, aku jadi mau nyanyi kan jadinya! Buka hatimu …. Bukalah sedikit untukku, eh. Tapi baru-baru ini ada perubahan guys! Fey mulai terbuka! Ibarat dapat emas batangan secara percuma, aku langsung gercep dong!

            “Fey mau ke kantin?” teman sekelasku bernama Indah terdengar bertanya pada Fey. Aku cuma lihat dari jauh dan nggak terlalu dengar mereka ngomong apa. Tapi pas lihat Fey ngomong, entah kenapa aku ikut seneng. Tapi Fey masih kelihatan jutek sih, jadi bukan cuma ke cowok aja tapi berlaku ke cewek-cewek juga. Fey itu cuek ke semua orang.

Aku lihat Indah pergi dan Fey? Dia Cuma lihatin Indah pergi sama gengnya doang, terus lanjut nulis atau gambar, aku nggak tahu. Banci nggak sih aku? Hoby gebetan aja nggak tahu? Apa aku harus berubah jadi stalkernya Fey?

            Sedih ya jadi cowok, cuma bisa mandang dari jauh. Pinjam tip-x aja nggak ada nyali, mending dicoret. Soalnya yang punya tip-x di kelas cuma Fey binti cuek doang. Yah biasa sih, fenomena ini sudah nggak asing di kalangan pelajar-pelajar Indonesia yang kebanyakan nggak mau keluar modal. Dan aku salah satunya, heheh! Yah, kan nabung biar bisa bangun rumah tangga sama Fey!!! Eakkk!!!

            “Di! Kamu lihatin apa sih?” Beni duduk di sampingku dengan minuman teh dalam kemasan plastik di tangannya. Aku langsung tutup hidung begitu bau asam dari ketiak Beni menyengat ke hidungku. Dan benar saja ketiaknya basah! Hiii!!!

            “Ben, jorok kamu! Abis main bola yah?” ujarku sambal tutup hidung.

            Beni nyengir tak bersalah dan malah semakin iseng mendekatkan ketiaknya padaku, “Bau gila!!!” teriakku sambil dengan sigap menjauh keluar karena Fey sudah menatap kami dengan tak nyaman yang membuatku tak enak hati. Ish, sialan! Ganggu aja sih Beni, padahal masih mau lihat Fey lama-lama. Sial! Sial! Sial! Gini nih punya sahabat cowok! Gak peka kalau sahabatnya lagi pdkt!

            

           

 Tunggu Lanjutan Update Nanti yah!!! See you Next Time! :D

Klik link ini untuk lihat tulisan Putri Andini lainnya!!! :D