YANG ADA BADAKNYA
PART 1
karya : Putri Andini
Hai, namaku Dian Sandi Sandoro. Akrab disapa ganteng, eh.
Terserah kalian ingin menyebutku dengan nama panggilan apa saja, yang penting
jangan dog, pig, dan lainnya soalnya aku manusia bukan binatang. Oke, di sini
aku mau berbagi cerita keuwuanku dengan Fernandine Rinjani. Sosok cewek yang
akrab disapa Fey. Dia cantik pakai banget, pintar? Jangan ditanya! Senyum? Beh,
melebihi gula! Sampai diabetes Akang Dian! Tapi … dia jarang senyum. Ibaratnya
nih ya, lihat dia senyum tuh seperti fatamorgana air di padang pasir, membuat
kita ingin memiliki tapi tak bisa dimilki. Senyumnya sanggup membuat aku
tertular senyam-senyum, tapi di hati. Yah, kan malu cowok salting depan gebetan.
Cowok tuh harus tetap stay cool, contohnya ya Akang Dian ini. Malu-malu
tapi mau!
Permasalahannya di cerita ini bukan cuma dia yang jarang
senyum, tapi permasalahan aku yang nggak bisa pdkt walau sekelas tiga tahun!
Wadaw gile kan! Jangan ketawain aku yang cuma bisa mandang dia dari jauh dan
cuma bisa jadi pengagum rahasia doang. Sebut aku kurang gentle, banci, atau
kurang nyali karena nggak bisa dapetin cewek seperti Fey.
Aku nggak percaya diri guys! Banyak temen-temen aku yang cuma
senyumin dia tapi dilirik aja nggak. Dia itu dinginnya persis kulkas tiga puluh
lima pintu. Dinginnya serasa di Antartika! Itulah alasannya kenapa aku nggak
bisa jadi pacar bahkan dekat dengan Fey. Akang Dian ini selalu bego dadakan
kalau sudah ditatap sama Fey. Bahkan kami hanya bicara dengan durasi terpanjang
sepuluh detik, mungkin sih, orang cuma tegur sapa doang. Duh, Feyyy!!! Saking
misteriusnya kamu, aku jadi mau nyanyi kan jadinya! Buka hatimu …. Bukalah
sedikit untukku, eh. Tapi baru-baru ini ada perubahan guys! Fey mulai terbuka!
Ibarat dapat emas batangan secara percuma, aku langsung gercep dong!
“Fey mau ke kantin?” teman sekelasku bernama Indah
terdengar bertanya pada Fey. Aku cuma lihat dari jauh dan nggak terlalu dengar
mereka ngomong apa. Tapi pas lihat Fey ngomong, entah kenapa aku ikut seneng.
Tapi Fey masih kelihatan jutek sih, jadi bukan cuma ke cowok aja tapi berlaku
ke cewek-cewek juga. Fey itu cuek ke semua orang.
Aku lihat
Indah pergi dan Fey? Dia Cuma lihatin Indah pergi sama gengnya doang, terus
lanjut nulis atau gambar, aku nggak tahu. Banci nggak sih aku? Hoby gebetan aja
nggak tahu? Apa aku harus berubah jadi stalkernya Fey?
Sedih ya jadi cowok, cuma bisa mandang dari jauh. Pinjam
tip-x aja nggak ada nyali, mending dicoret. Soalnya yang punya tip-x di kelas
cuma Fey binti cuek doang. Yah biasa sih, fenomena ini sudah nggak asing di
kalangan pelajar-pelajar Indonesia yang kebanyakan nggak mau keluar modal. Dan
aku salah satunya, heheh! Yah, kan nabung biar bisa bangun rumah tangga sama
Fey!!! Eakkk!!!
“Di! Kamu lihatin apa sih?” Beni duduk di sampingku
dengan minuman teh dalam kemasan plastik di tangannya. Aku langsung tutup
hidung begitu bau asam dari ketiak Beni menyengat ke hidungku. Dan benar saja
ketiaknya basah! Hiii!!!
“Ben, jorok kamu! Abis main bola yah?” ujarku sambal
tutup hidung.
Beni nyengir tak bersalah dan malah semakin iseng
mendekatkan ketiaknya padaku, “Bau gila!!!” teriakku sambil dengan sigap menjauh
keluar karena Fey sudah menatap kami dengan tak nyaman yang membuatku tak enak
hati. Ish, sialan! Ganggu aja sih Beni, padahal masih mau lihat Fey lama-lama.
Sial! Sial! Sial! Gini nih punya sahabat cowok! Gak peka kalau sahabatnya lagi
pdkt!
Klik link ini untuk lihat tulisan Putri Andini lainnya!!! :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar